The Positive Effect of Walking

   Baru-baru ini, para peneliti mulai menyelidiki secara ilmiah hubungan antara berjalan dan kreativitas. Dalam studi terkini, psikolog Stanford University Marily Oppezzo dan Daniel Schwartz membagi partisipan menjadi dua kelompok: yang berjalan dan yang duduk. Mereka kemudia menjalankan sesuatu yang bernama tes Guildford's Alternative Uses, yang di dalamnya para partisipan mengusulkan penggunaan alternatif untuk benda sehari-hari. Tes ini dirancang untuk mengukur "pemikiran divergen", komponen penting dalam kreativias. Pemikiran divergen adalah saat kita memiliki solusi multipel dan tak terduga terhadap masalah. Pemikiran divergen berlangsung spontan dan mengalir bebas. Sebaliknya, pemikiran konvergen lebih linear dan memerlukan penyempitan, bukannya perluasan dari pilihan-pilihan kita. Pemikiran konvergen berusaha menemukan satu jawaban benar terhadap satu pernyataan. Pemikiran divergen menyusun ulang pernyataanya.

   Hasil penelitian dipublikasikan dalam Journal of Experimental Psychology, menegaskan bahwa bangsa Yunani kuno menyimpan ide cemerlang. Tingkat kreativitas "secara konsisten dan signifikan" lebih tinggi bagi para pejalan dibandingkan yang sering duduk. Anehnya tidak penting apakah para partisipan berjalan di luar, di tengah udara segar atau di dalam dengan treadmill dan menatap dinding kosong. Mereka tetap menghasilkan respon kreatif lebih banyak dua kali lebih banyak dibandingkan kelompok yang terus-menerus duduk. Tidak butuh banyak berjalan untuk memicu kreativitas, lima sampai enam belas menit cukup.

Sumber:
Weiner, Eric. 2016. The Geography of Genius. Dalam genius itu sederhana: Athena (hlm. 47-48). Bandung: Qanita.

Journal of Experimental Psychology - The Positive Effect of Walking
on Creative Thinking:
https://www.apa.org/pubs/journals/releases/xlm-a0036577.pdf

Komentar