Dunning-Kruger Effect
David Dunning, psikolog di Cornell University, menggunakan anosognosia sebagai metafora untuk menjelaskan penelitian yang dia lakukan mengenai ketidaktahuan. Dalam serangkaian penelitian, dia dan rekannya, Justin Kruger, menguji sekelompok mahasiswa S1 dengan beberapa keahlian, seperti argumen logis tata bahasa, dan humor. Mereka kemudian menunjukkan hasil tes pada masing-masing peserta dan meminta peserta tersebut memperkirakan keberhasilan tesnya dibandingkan yang lain. Orang-orang yang hasil tesnya bagus memperkirakan peringkat mereka dengan akurat. Tidak terlalu mengejutkan. Yang mengejutkan adalah bahwa orang-orang yang hasil tesnya buruk yakin bahwa hasil tes mereka bagus. Mereka tidak menipu dirinya sendiri. Mereka hanya tidak mampu menilai kompetensi mereka, atau seperti kata Dunning dalam wawancara dengan pembuat film, Errol Morris, "Kita tidak begitu pandai dalam mengetahui apa yang tidak kita ketahui."
Itu karena keahlian yang kita butuhkan untuk memecahkan masalah sama dengan keahlian yang kita butuhkan untuk menyadari bahwa kita tidak mampu memecahkannya. Itu padanan intelektual dari anosognosia, dan fenomena ini sekarang dikenal sebagai efek Dunning-Kruger.
Sumber:
Weiner, Eric. 2016. The Geography of Genius. Dalam genius itu sederhana: Athena (hlm. 82). Bandung: Qanita.
Itu karena keahlian yang kita butuhkan untuk memecahkan masalah sama dengan keahlian yang kita butuhkan untuk menyadari bahwa kita tidak mampu memecahkannya. Itu padanan intelektual dari anosognosia, dan fenomena ini sekarang dikenal sebagai efek Dunning-Kruger.
Sumber:
Weiner, Eric. 2016. The Geography of Genius. Dalam genius itu sederhana: Athena (hlm. 82). Bandung: Qanita.

Komentar
Posting Komentar